Pekanbaru Rayakan HUT ke-242 dengan 48 Program untuk Masyarakat

0 0
Read Time:3 Minute, 36 Second

PEKANBARU — Pemerintah Kota Pekanbaru memperingati Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru yang jatuh pada 23 Juni 2026 dengan mengusung tema “Berkolaborasi Menjadi Aksi” dan tagline “Pekanbaru KolaborAksi”. Momentum ini menjadi ajang memperkuat sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi warga.

Selama lebih dari dua abad, Pekanbaru terus berkembang menjadi pusat pemerintahan sekaligus pusat perekonomian Provinsi Riau. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius, sejumlah program pembangunan mulai menunjukkan hasil meski masa pemerintahan baru berjalan sekitar satu tahun empat bulan.

Berbagai indikator pembangunan mengalami peningkatan. Pada Triwulan I Tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru mencapai sekitar 7,91 persen atau berada di atas rata-rata nasional. Capaian tersebut didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat, investasi, serta aktivitas dunia usaha.

Di bidang keuangan daerah, Pemerintah Kota Pekanbaru juga memperoleh apresiasi dari Menteri Dalam Negeri setelah berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sekitar Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun. Peningkatan tersebut didukung penyederhanaan sistem perizinan, digitalisasi pelayanan publik, dan meningkatnya kepatuhan wajib pajak.

Komitmen pemerintah dalam memenuhi janji kepada masyarakat juga diwujudkan melalui penurunan tarif parkir berdasarkan Peraturan Wali Kota Nomor 2 Tahun 2025. Tarif parkir kendaraan roda dua ditetapkan sebesar Rp1.000, sedangkan kendaraan roda empat sebesar Rp2.000 untuk sekali parkir.

Di sektor infrastruktur, Pemerintah Kota terus memprioritaskan perbaikan jalan, pembangunan jalan mantap, penataan drainase, serta penanganan banjir. Hingga kini, pemeliharaan jalan lingkungan telah mencapai sekitar 7.000 meter yang disertai pembersihan saluran drainase di 15 kecamatan guna meningkatkan kualitas kawasan permukiman sekaligus mengurangi potensi banjir.

Persoalan persampahan juga menjadi perhatian utama melalui pembentukan Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di seluruh kelurahan. Lembaga tersebut bertugas melakukan pengangkutan sampah rumah tangga setiap hari agar tidak terjadi penumpukan di lingkungan masyarakat.

Selain itu, Pemerintah Kota terus mendorong gerakan pemilahan sampah dari sumber sebagai bagian dari program Green City dengan melibatkan aparatur sipil negara (ASN) maupun tenaga non-ASN sebagai contoh dalam pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.

Dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, Pemerintah Kota Pekanbaru juga meluncurkan uji coba bus listrik sebagai moda transportasi ramah lingkungan yang diharapkan mampu mengurangi emisi karbon sekaligus meningkatkan kualitas udara di kawasan perkotaan.

Di bidang pendidikan, pemerintah menghadirkan program transportasi gratis bagi pelajar sebagai upaya meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus mendorong penggunaan transportasi umum.

Sementara itu, sektor ekonomi kerakyatan terus diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan UMKM, seperti subsidi bunga pinjaman, bantuan modal usaha, hingga penciptaan wirausaha baru. Program tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan Kota Pekanbaru hingga sekitar 3,1 persen.

Peningkatan kualitas pelayanan publik juga diwujudkan melalui berbagai inovasi administrasi kependudukan. Salah satunya adalah layanan Mobil AMAN (Administrasi Mudah, Aman, dan Nyaman) yang diinisiasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru. Melalui layanan jemput bola ini, masyarakat dapat mengurus berbagai dokumen kependudukan secara lebih mudah, cepat, dan dekat tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil.

Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-242, Pemerintah Kota Pekanbaru menyelenggarakan 48 rangkaian kegiatan yang mencakup pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, kegiatan sosial, olahraga, hingga pelestarian budaya Melayu.

Berbagai program yang diberikan kepada masyarakat di antaranya penghapusan sanksi administratif atau denda pajak daerah hingga 31 Agustus 2026, pemasangan instalasi listrik gratis bagi 2.000 rumah warga kurang mampu, sunatan massal gratis bagi ribuan anak, serta berbagai layanan sosial lainnya.

Selain itu, masyarakat juga menikmati layanan Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) gratis selama tiga hari, parkir gratis di sejumlah lokasi, promosi produk UMKM, hingga Festival Kue Talam Ketan Durian sepanjang satu kilometer yang menjadi ikon perayaan Hari Jadi Kota Pekanbaru tahun ini.

Festival tersebut berhasil menarik perhatian ribuan masyarakat yang memadati lokasi sejak pagi hari. Antusiasme warga dinilai sangat tinggi sehingga kegiatan itu disebut sebagai salah satu agenda perayaan Hari Jadi Kota Pekanbaru yang paling sukses dalam beberapa tahun terakhir.

Festival Kue Talam Ketan Durian tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner khas Melayu, tetapi juga menjadi simbol pelestarian budaya lokal yang tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Puncak kebanggaan perayaan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru ditandai dengan diraihnya penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Sajian Kue Talam Ketan Durian Terpanjang. Penghargaan tersebut menjadi tonggak sejarah baru sekaligus kado istimewa bagi Kota Pekanbaru yang memasuki usia ke-242 tahun.

Melalui tema “Berkolaborasi Menjadi Aksi”, Pemerintah Kota Pekanbaru berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat terus terjalin guna mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan seluruh warga Kota Pekanbaru (Adventorial)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *