Pemerintah Tutup Mata,Jembatan Gantung Bukit Kuduang Rusak Parah Ancam Keselamatan Warga (?)

Pariaman Sumbar — Jembatan gantung yang menghubungkan Desa/Nagari bukik kudung kampung pauh kecamatan lima koto kampung dalam kabupaten padang pariaman provinsi Sumatera barat kondisinya sangat memprihatinkan dan rusak parah

Masyarakat Nagari bukik kudung kampung pauh harus bertaruh nyawa saat menyebrangi jembatan gantung yang membentang di atas Sungai batang dareh tersebut.Padahal jembatan itu menjadi akses utama warga untuk mendapatkan fasilitas kesehatan ke puskesmas kampung pauh,dan sarana pendidikan bagi anak sekolah SMA

Selama ini,warga bukit kudung untuk menuju kampung pauh terpaksa melewati jembatan gantung tersebut meskipun kondisinya sudah tidak layak dilalui, hal ini dikarenakan jaraknya lebih dekat dibandingkan melalui jembatan gantung Nagari Campago

Sayangnya,akses jembatan yang setiap hari dilalui warga,kini tinggal menyisakan sling baja dan beberapa batang bambu.Kondisi ini pun sangat membahayakan,Apalagi ketika warga yang menyebrang tidak bisa menjaga keseimbangan badan bisa jatuh terpeleset dari pijakan batang bambu

Pemuda bukik kuduang ajo kas menceritakan,”sudah hampir sepuluh orang anak-anak kemanakan kami jatuh terpeleset karena tidak bisa menjaga keseimbangan badannya ketika melewati jembatan gantung ini

Pemuda lainnya juga membenarkan apa yang dikatakan ajo kas,”sudah banyak korban yang jatuh melewati jembatan ini, kondisinya korban luka-luka,,saat korban jatuh,untungnya kondisi sungai batang dareh dalam keadaan normal,jika sempat dalam keadaan banjir,pastinya korban yang jatuh susah untuk menyelamatkan diri,”imbuhnya

Persoalan ini sudah sering di unggah di medsos oleh warga,namun pemerintah setempat sepertinya tutup mata dan tidak peduli keselamatan warga bukik kuduang ini”kata warga senen (8/5/2022).

Ajo kas yang memiliki kebun didekat jembatan gantung tersebut menuturkan,”kini kondisinya jembatan tersebut sudah sangat memprihatinkan,untuk merawat jembatan ini sudah dilakukan warga mengunakan bambu, namun kondisi bambu tersebut lama-kelamaan lapuk,akibat kena panas dan hujan setiap hari.

“Dulu ketika bupati pariaman orang kampung pauh,sudah pernah kita mengajukan proposal ke kabupaten Pariaman supaya dianggarkan untuk memperbaiki jembatan tersebut,saat itu informasi yang saya dengar sudah di anggarkan Rp 100 juta,akan tetapi menunggu tanda tangan bupati,namun sampai saat ini jembatan ini tak kunjung juga diperbaiki,kini bupati sudah berganti,tidak tau tentang kejelasan proposal tersebut”kata ajo kas kemaren

jembatan ini setiap hari semangkin rusak parah,sangat membahayakan warga dan anak sekolah yang menyebrang melaluinya,Hal ini akibat faktor usia,karena lantai jembatan hanya terbuat dari papan kayu,”ujar ajo kas

“Dulu ketika masih kokoh,jembatan gantung ini bisa dilintasi semua warga bukit kuduang,baik yang lansia,maupun yang muda,Namun saat ini sudah lapuk,bahkan kemarin sempat pula tersapu banjir bandang.Hingga sebagian material jembatan terbawa arus air,”jelas warga

Warga sekitar menyebut,sepanjang sungai ini diperkirakan ada dua jembatan gantung serupa.Akan tetapi hanya satu yang masih terbilang layak,yaitu jembatan gantung nagari campago agak lumayan jauh dari sini

“Kami pun sudah berupaya mencari bantuan,namun usaha kami belumlah mencukupi,Pasalnya untuk memperbaiki jembatan ini membutuhkan dana yang tidak sedikit

Warga Nagari bukit kuduang sangat berharap kepada pemangku kebijakan agar mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki jembatan ini

Meskipun kami masyarakat pedesaan,tetapi kami tiap tahun bayar pajak bumi,oleh karena itu kata warga,jangan pajak saja dipungut,giliran memperbaiki jembatan gantung ini pihak pemangku kebijakan tutup mata,apakah harus menunggu korban jiwa berjatuhan,baru berbuat,atau musim kampanye?,”kesal warga.(kumbang)