Siswa SMPN 02 Tambang Dilarang Ikuti Ujian, Ini Persoalannya

oleh

Riauinvestigasi.Com I Kampar —- Malang benar nasib yang dialami salah seorang siswa SMPN 02 Tambang,lantaran tidak mampu melunasi uang baju sekolah dia tidak dibolehkan mengikuti ujian naik kls tahun ini oleh oknum kepsek SMPN 02 Tambang Kabupaten kampar

ED warga desa Rimbo panjang orang tua siswa mengaku sangat kecewa terhadap oknum kepsek SMPN berinisial M,menurutnya ED, saat ini anaknya tidak mau lagi sekolah,karena mendengar kabar dari pihak sekolah jika tidak melunasi uang baju tidak di perbolehkan mengikuti ujian.

“Saya sudah memohon kepada kepsek itu agar anak saya di perbolehkan mengikuti ujian, terkait uang baju itu saya berjanji melunasinya,karena saat ini ekonomi saya lagi macet,apalagi anak saya masih kls satu,”kan masih ada waktunya pak kepsek,alasan ED kepada kepsek tersebut.

“Namun dengan sombongnya,kepsek tersebut sambil berlalu meninggal kan saya sambil mengatakan,jika tidak dilunasi uang baju sekolah,anak bapak tidak boleh ikut ujian,”kata ED menirukan ucapan kepsek tersebut.

“Saya bukan tidak mau bayar uang baju,saat ini ekonomi saya lagi macet, untuk makan aja susah,apalagi kondisi sekarang pandemi Covid-19,”.

“Semenjak dilarang mengikuti ujian,anak saya sering melamun,saya kwatir jiwanya terganggu,kini anak saya sudah pergi ke medan kerumah neneknya,” Kata ED dengan wajah sedih.

Hasil penelusuran RN dilapangan,oknum kepsek ini juga meminta uang perpisahan Rp 400 Ribu kepada murid kls tiga,jika tidak dibayar uang perpisahan tersebut, kepsek ancam akan tahan ijazahnya.

Beberapa wali murid SMPN 02 Tambang yang menolak namanya ditulis mengatakan,semenjak oknum M ini jadi kepsek di SMPN 02 Tambang,banyak benar uang yang tak jelas di mintanya, mulai dari uang baju, uang beli bangku, uang perpisahan, “kami berharap kepada pihak terkait mencopot oknum kepsek ini dan diganti dengan manusia yang lebih baik dan berprikemanusiaan,”Demikian dikatakan ED dan wali murid kepada media.sampai berita ini dilansir pihak kepsek SMPN 02,dan pihak terkait lainnya belum dapat di konfirmasi (rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *