Semarak Malam Perayaan Cap Go Meh Tahun 2020 Di Pekanbaru

Dok : Suasana Kemeriahan Perayaan Cap Go Meh 8 Februari 2020 Di Pekanbaru

RIAUINVESTIGASI.COM I PEKANBARU –  Hadir para pejabat pada acara Cap Go Meh yakni Walikota Pekanbaru diwakili oleh Kesbangpol Kota Pekanbaru M.Yusuf, LAM Riau Al-Azhar, Wakil LAM Kota Pekanbaru Amril Mukhtar, serta para anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ketua para paguyuban serta Ketua PSMTI Riau Stephen Sanjaya dan jajaran, Ketua panitia Anton Tanusina yang diwakilkan oleh Andy Chandra.

Cap Go Meh merupakan penutup dari beberapa rangkaian acara Imlek yg sebelumnya Bazar, Lomba Karaoke, lomba bahasa Mandarin, serta detik-detik malam perayaan Gong XI Fa Cai dan perayaaan Imlek bersama dengan para pejabat Forkopimda Riau. Bertempat di Kampung Tionghoa Pekanbaru Jalan Karet. Sabtu (8/2/2020)

Pada Cap Gomeh tahun ini ditambah lagi dengan  acara ramah tamah warga Tionghoa dengan para pejabat dan masyarakat dengan berbagai menu vegetarian yang di sponsori oleh Tri Ratna Center Pembantu.

Pada malam Cap Gomeh kali ini banyak sekali para tamu undangan yang hadir sekitar lebih 1000 beserta mayarakat kota Pekanbaru yang sangat menikmati perayaan Cap Gomeh 2020.

Dengan diselingi oleh pementasan drama terkait dengan sejarah tahun baru Imlek, dari anak-anak SD Witama School Kota Pekanbaru, penonton yang hadir dibuat terpukau dengan penampilan dari SD Witama School ini.

Dok : Salah Satu Atraksi Persembahan Perayaan Cap Go Meh

Ditambahkan lagi penampilan atraksi naga dari wihara Surya dharma, tarian klasik Tionghoa yang dapat diartikan sebagai gema suara musik yang indah dilanjutkan dengan penulisan klasik Mandarin dipersembahkan oleh MAPANBUMI yang diwakili oleh sekolah Kasih Maitreya selatpanjang.

Dan puisi Tionghoa berbicara mengenai keindahan alam semesta terutama di musim semi yang dibawakan oleh anak-anak SD Metta Maitreya Pekanbaru.

Andi Candra selaku Ketua Panitia menyampaikan “Saya selaku ketua panitia perayaan Cap Go Meh Tionghoa Pekanbaru sangat bersyukur dan berterima kasih sekali atas dukungan dan suport dari bapak Walikota Pekanbaru yang malam ini diwakili oleh Kepala Kesbangpol Pekanbaru serta jajaran Forkopimda Pekanbaru, Ketua MKA LAM Riau, Wakil Ketua Ketua LAM Kota Pekanbaru, beberapa Anggota DPRD Kota Pekanbaru, juga para ketua paguyuban serta ormas dan masyarakat kota Pekanbaru, tentunya Ujar Andy Chandra di hadapan beberapa awak media yang hadir, baik media cetak maupun media online.

Sehingga acara ini menjadi semarak dan sukses, hal ini berkat dukungan dari semua pihak termasuk didalamnya juga awak media, baik media cetak maupun media acara Cap Go Meh tahun ini. Sebutnya.

Acara ini kita kemas bagian dari khasanah budaya bangsa kita, dan harapan kita hanya satu yakni bagaimana kita bersatu, rakyat sejahtera dan negara maju. Ucap Andy Chandra.

Di acara yang sama, Fachri Yasin selaku Ketua Forum Pembaruan Kebangsaan Riau menambah, dimana perkembangan kebudayaan Tionghoa cukup banyak kalau kita lihat seperti yang ditampilkan tadi berbagai budaya ditampilkan tidak mesti dari budaya Tionghoa saja, namun budaya Melayu juga turut tampil di acara Cap Go Meh ini. Ujarnya

Kalau di Tionghoa adanya Tarian Klasik Tionghoa, juga ada Puisi Tionghoa, Penulisan Mandarin, Atraksi Negara, untuk Melayu tadi ada Tarian Lambak dan Zapin.

Jadi Cap Go Meh ini bukanlah kegiatan eksklusif, namun lebih pada pengembangan budaya Tionghoa itu sendiri, maka disinilah tumbuh keberagamaan Budaya – budaya yang ada di bumi Melayu lancang kuning ini, hingga kita semua bisa saling hidup berdampingan tanpa harus melihat budaya suku, ras dan agamanya. Tambah Fachri Yasin.

Dengan berkolaborasi budaya Tionghoa dan Melayu ini, menurut kami hal yang sangat baik sekali dan menarik, apalagi pemerintah lagi giat-giatnya menggaungkan khasanah budaya di tanah air ini, artinya memang pemerintah dalam hal ini sangat mendukung dan memberikan suport sekali. Uraiannya.

Lanjut Datuk Al-Azhar selaku Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau, acara ini merupakan ekspresi kebudayaan Tionghoa banyak sekali satu diantaranya adalah ekspresi budaya Tionghoa, untuk masyarakat Riau hal sudah sejak lama dinikmati.

Dalam konteks budaya tadi saya katakan, kita lihat nilai-nilai budaya itu sama, perbedaan-perbedaaan yang ada disatukan nilai-nilai, jadi bagi kita ekspresi yang seperti ini harus dilestarikan dalam bentuk multi kultural, coba kita lihat yang hadir disini beragam. Cermin dari keberagaman Indonesia, cermin dari keberagaman Riau dan Kota Pekanbaru khususnya.

Kita lihat dan ketahui bila ada event-event dari suku Batak misalnya, itu warga Tionghoa juga turut hadir disana, apalagi saat ini perayaan Cap Go Meh, dimana kita seluruhnya hadir disini, sangat menikmati apa yang telah di tampilkan oleh Tionghoa Pekanbaru di acara ini. Tutup Datok Al-Azhar Ketua MKA LAM Riau.

Liputan: Addinal Khairi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS20
https://mail.google.com/mail/u/3/#inbox
Fachttps://www.facebook.com/riau.investigasi.77ebook20
Twihttps://twitter.com/inveatigasitter20
20
https://www.instagram.com/redaksi.riauinvestigasi/20
20
20