Mengulas Sejarah Syekh Abdul Wahab Rokan al-Khalidi an -Naqsyabandi &  Mengenang Kembali Isi Trombo Rokan

 

Mengulas Sejarah Syekh Abdul Wahab Rokan al-Khalidi an -Naqsyabandi &  Mengenang Kembali Isi Trombo Rokan

Doc : Foto Syekh Abdul Wahab Rokan Al Khalidi Naqsabandi (1811-1926 M) yang juga terkenal dengan gelar Tuan Guru Babussalam

 

RIAUINVESTIGASI.COM | Riau ( 17 Oktober 2019),- Mengulas Kembali khasanah kebudayaan Melayu Limo Luhak Rokan Hulu yang merupakan bagian dari sejarah yang perlu dipahami dan dimengerti guna pelajaran yang sangat berharga serta penting sekali untuk bekal di kehidupan sehari hari supaya dapat menambah wawasan serta ilmu pengetahuan .

 

Dibawah ini merupakan salah satu contoh isi Trombo Rokan :

 

Abdul Wahab Rokan Al Khalidi Naqsabandi (1811-1926 M) terkenal pula dengan gelar Tuan Guru Babussalam, Langkat Sumatera Utara, atau dengan gelar Syekh Abdul Wahab Rokan yang Diberi nama gelar Rokan karena ia lahir di tepian sungai Rokan tepatnya di Rantau Binuang Sakti yaitu sebuah kampung di Kepenuhan Kab. Rokan Hulu.

 

Abdul Wahab Rokan Al Khalidi Naqsabandi adalah putra dari pasangan Abdul Manap bin M Yasin bin Maulana Tuanku Haji Abdullah Tambusai (Ayah) dan Arbai’iyah (Ibu), Dimana menurut silsilah dari thariqat Naqsabandiyah beliau menempati urutan ke-32 dari Rasulullah SAW.

Pada tahun 1279 H hingga 1285 H Abdul Wahab Rokan mendapatkan ijasah thariqat dari Syekh Sulaiman Zuhdi setelah bersuluk di bukit Abi Qubis Mekkah.

 

Selanjutnya Syekh Abdul Wahab Rokan datang dari Kualuh ke daerah Langkat, Sumatera Utara pada tahun 1286 H atas undangan Sultan Musa Al-Muazzam Syah dan Beliau mulai mengajarkan thariqat Naqsabandiyah di Dumai dan diberilah nama kampung tersebut dengan nama “Kampung Mesjid.

 

Pada Tahun 1292 H, beliau yang biasa dipanggil “Tuan Guru” juga membangun sebuah kampung di Kualuh Kab. Labuhan Batu dengan nama yang sama yaitu “Kampung Mesjid kemudian di Tahun 1294 H, Tuan Guru pindah ke Langkat selanjutnya Tahun 1300 H, Tuan Guru pindah ke Babussalam dengan diikuti 160 orang bersamanya, Namun pada Tahun 1307 H Tuan Guru hijrah ke Malaysia karena dituduh membuat uang palsu , Selanjutnya pada Tahun 1312 Tuan Guru kembali ke Babussalam.

 

Setelah itu pada Tahun 1332 H, Tuan Guru mengutus putranya Pakih Tuah dan Pakih Tambah ke Jakarta untuk menjalin hubungan dengan pimpinan PSII HOS Cokroaminoto, Raden Gunawan dan tokoh lainnya dalam rangka perjuangan Islam, Dimana pada Tahun 1341 H Tuan Guru mendapat bintang kehormatan dari Kerajaan Belanda yang diserahkan oleh Residen Van Aken.

 

Berikutnya di Tahun 1345 H tepatnya 21 Jumadil Awal (27 Desember 1926), Tuan Guru wafat ( Tutup Usia ) dan dimakamkan di Babussalam Langkat Sumatera Utara yang saat ini sebagian orang lebih mengenalnya dengan sebutan Besilam.

 

Dimana menurut sejarah, Selain merupakan Tuan Guru Babussalam yang pertama, Syekh Abdul Wahab Rokan Al Khalidi An Naqsabandi juga dikenal sebagai seorang ulama dan ahli tasawuf terkenal yang berasal dari Rantau Binuang, Kepenuhan, Rokan Hulu, Riau.( Syaparuddin Sape )

 

Sumber : Buku Trombo Rokan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS20
https://mail.google.com/mail/u/3/#inbox
Fachttps://www.facebook.com/riau.investigasi.77ebook20
Twihttps://twitter.com/inveatigasitter20
20
https://www.instagram.com/redaksi.riauinvestigasi/20
20
20