Rumah Dinas dan Ruang Kerja Digeledah KPK, Zulkifli ?

Dok : Rumah Dinas dan Ruang Kerja Wali Kota Dumai di Geledah KPK, Jum’at (26/04/2019)

RiauInvestigasi.Com I Dumai —- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah dan kantor Wali Kota Dumai Zulkifli AS pada Jumat, 26 April 2019.

Sebagaimana yang dikutip dari beberapa media lokal maupun Nasional, Febri mengatakan, dari dua lokasi tersebut diatas tim KPK menyita sejumlah dokumen anggaran dan proyek.

Namun, terkait apakah Zulkifli ikut terseret sebagai tersangka belum dapat disampaikan oleh KPK dan akan disampaikan pada saat Konfirmasi Pers setelah dilakukan pengembangan perkara.

Sebelumnya, nama Zulkifli sempat disinggung dalam kasus dugaan suap terkait dana perimbangan daerah pada Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara 2018.

Dia pernah diperiksa pada 7 Agustus 2018 sebagai saksi untuk tersangka kasus itu, yakni Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo.

Seusai diperiksa KPK, Zulkifli mengaku tak tahu mengenai aliran duit dalam kasus tersebut. “Tidak tahu,” kata dia.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, memvonis Yaya 6,5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 1 tahun 15 hari kurungan pada 4 Februari 2019. Hakim menyatakan Yaya terbukti menerima suap Rp 300 juta, dan gratifikasi senilai Rp 6,5 miliar, US$ 55 ribu, dan Sin$ 325 ribu.

Dalam amar putusan hakim tercantum, suap dan gratifikasi tersebut diterima Yaya terkait pengurusan alokasi tambahan Dana Alokasi Khusus dan Dana Insentif Daerah dalam anggaran negara tahun 2016 hingga 2018 untuk 9 daerah kabupaten dan kota. Salah satu dari 9 kabupaten dan kota itu adalah Kota Dumai untuk pengurusan DAK tahun anggaran 2017 dan 2018.

Masih dalam amar putusan terungkap, untuk mengurus anggaran 2017, Zulkifli menyuruh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Dumai Mardjoko Santoso menghubungi Yaya. Yaya dan Kepala Seksi Perencanaan DAK Non Fisik Kemenkeu, Rifa Surya sepakat memberi bantuan asal diberikan 2 persen dari total anggaran DAK yang diperoleh Kota Dumai. Setelah DAK untuk Dumai disetujui, Zulkifli dan Mardjoko memberikan Rp 250 juta kepada Yaya dan Rifa.

Untuk mengurus DAK 2018, Zulkilfi kembali meminta bantuan Yaya dan Rifa. Setelah anggaran disetujui, Zulkifli kembali memberikan Sin$ 35 ribu untuk keduanya.

Dok : Wali Kota Dumai, Zulkifli usai diperiksa KPK, Jum’at (26/04/2019) / Detik

Sementara Zulkifli yang tampak berada di luar rumah tidak memerikan keterangan apapun. Politikus Partai NasDem tampak terburu-buru meninggalkan lokasi.

Sedangkan, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Pemkot Dumai Dede Mirza, mengatakan, tim KPK menggeledah ruang kerja Zulkifli. Sejumlah dokumen, dikatakan dia, turut disita petugas.

“Saya diminta asisten agar mendampingi dan menyaksikan kegiatan penyidik di ruang kerja wali kota, dan mereka ada berlima, sejumlah kepala dinas dipanggil juga oleh tim KPK,” kata Dede.

KPK belum memberikan keterangan apapun berkaitan dengan penggeledahan ini. Namun biasanya KPK melakukan penggeledahan berkaitan dengan perkara yang sudah ditangani di tahap penyidikan serta sudah ada tersangka yang ditetapkan.

Zulkifli sebelumnya pernah dipanggil KPK sekitar bulan Agustus 2018. Saat itu dia dimintai keterangan KPK di Jakarta terkait dugaan kasus suap usulan dana perimbangan keuangan daerah RAPBN-P tahun anggaran 2018. Zulkifli mengaku tak tahu aliran duit kasus dugaan suap terkait usulan dana perimbangan daerah dalam RAPBN-P 2018.

“Saya tak tahu,” kata Zulkifli saat keluar dari gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2018).

KPK juga telah menetapkan empat tersangka dalam kasus itu, yakni anggota Komisi XI DPR Amin Santono, Eka Kamaluddin (perantara), Yaya Purnomo (mantan pejabat Kemenkeu yang terkena OTT), serta seorang kontraktor Ahmad Ghiast.

Terakhir pada hari ini KPK mengumumkan penetapan tersangka terhadap Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman setelah sebelumnya rumahnya digeledah. Budi diduga memberikan suap ke Yaya…***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS20
https://mail.google.com/mail/u/3/#inbox
Fachttps://www.facebook.com/riau.investigasi.77ebook20
Twihttps://twitter.com/inveatigasitter20
20
https://www.instagram.com/redaksi.riauinvestigasi/20
20
20