RIAU.GO.IT Wujud Peningkatan Pelayanan Publik Berbasis IT


RIAUantara..Com | Pekanbaru –‎ ‎ ‎Pemprov Riau berupaya meningkatkan pelayanan publik berbasis ‎teknologi. Hal itu terlihat dari tema yang digagas oleh Pemprov Riau yakni “Kita Tingkatkan Kinerja Pemerintahan Daerah terhadap pelayanan publik melalui penerapan sistem pemerintahan berbasis teknologi” serta logo HUT ke-59 Provinsi Riau yang dipublikasikan bertuliskan 59 Tahun
Riau Go IT.


“Kita angkat tema ini untuk sekaligus mengintegrasikan e-Government yang sudah diluncurkan oleh Pemprov Riau sejak 2015 lalu,” ungkap Wakil Ketua Pelaksana HUT ke-59 Riau, Ahmad Syah Harrofie, beberapa hari lalu di Kantor Gubernur Riau.Ia pun menjelaskan, e-Office yang telah dimiliki Pemprov Riau memuat e-Budgeting, e-Asset, e-Planning, e-Absen, Monev, dan SIMPEG. Dimana,melalui e-Office instruksi pimpinan yang tengah berada di luar daerah bisa dikirim dan dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

Bukan cuma praktis dan cepat, kata Ahmad Syah, segala hal yang diakses melalui e-Office juga bisa dicetak print out-nya sebagai barang bukti.Sementara manfaatnya dalam pelayanan publik, masyarakat bisa mendapatkan kemudahan dengan mengakses website-website yang dimiliki Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.


“Kita sudah siap untuk memaksimalkan sistem pelayanan publik dan pemerintahan dengan memanfaatkan teknologi. Dengan adanya grand launching e-Government ini, di harapkan dapat memacu SKPD lain yang belum memulai Go IT,” kata Asisten I Setdaprov Riau.Peluncuran logo Riau, Go IT tentunya menjadi titik awal bagi PemprovRiau dalam menjalankan pemerintahan berbasis elektronik melalui sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Sistem yang dibangun itu untuk menunjang implementasi e – Goverment bagi seluruh pemerintah kabupaten/kota dan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Pemprov Riau sendiri berharap penerapan sistem e- Goverment semakin memberikan kemudahan bagi Apartur Sipil Negara (ASN) untuk menjalankan tugas-tugas kepemerintahan dan pengabdian kepada masyarakat.

Simbol Go IT bagi Pemprov Riau juga bisa diartikan sebagai langkah mengintegrasikan e-Goverment dalam e-Office yang memuat e-Budgeting,E-Asset, e-Planning, e-Absen, Monev dan SIMPEG. Dengan demikian kepala daerah atau pimpinan SKPD yang sedang berada di luar daerah bisa menginstruksikan kepada jajarannya melalui e-Office. Sehingga bisa ditindak lanjuti dengan cepat. Artinya Pemprov Riau menginginkan sistem konvensional yang selama ini diterapkan dalam menjalankan pemerintahan dan pelayanan publik ditiadakan. Implementasi perubahan sistem dari konvensional menjadi sistem online (eletronik-red) itu, maka mau tidak mau, siap atau tidak siap, seluruh pimpinan SKPD dan jajaran ANS harus
mampu memfungsikan dan memaksimalkan manfaatkan berbagai website.


Sistem TIK yang dibangun oleh Pemprov Riau juga momentum kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang pelayanan publik dari setiap SKPD. Masyarakat juga bisa melihat bagaimana perkembangan dan kemajuan dari program – program pembangunan yang sedang dilaksanakan pemerintah. Bahkan masyarakat bisa memanfaatkan website yang tersedia untuk menginformasikan berbagai keluhan terkait pelayanan publik dan karut marut pembangunan infrastruktur.


Tidak itu saja masyarakat juga bisa memberikan masukan dalam merealisasikan program pembangunan. Dengan demikian dapat dilihat bahwa essensi dari peluncuran logo Riau, Go IT oleh Gubernur Riau,Arsyadjulinadi Rachmat dalam HUT Pemprov Riau ke-59 itu adalah keterbukaan, saling bersinergi antara pemerintah dan masyarakat, serta pelayanan publik yang praktis, mudah dan cepat.Namun semangat logo Riau Go IT, apakah sudah sejalan dengan penyiapan sarana dan prasarana di masing – masing SKPD. Itu masih pengadaan perangkat keras. Bagaimana pula kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dari pegawai ASN di lingkungan Pemprov Riau khususnya, dan para ASN di setiap kabupaten/kota se Provinsi Riau. Jangan pula seperti pribahasa“besar pasak daripada tiang”, atau keinginan “memeluk gunung apa daya tangan tak sampai”.


Kondisi inilah yang harus menjadi perhatian serius Gubernur Riau (Gubri), supaya Logo Riau Go IT bisa sukses digebyarkan. Sehingga perwujudan logo sebagai simbol pelayanan publik secara online bisa paralel dengan sarana dan prasarana yang disediakan, termasuk SDM yang mengaplikasikan e-Goverment. Sarana dan prasarana ada, tetapi SDM ASN tidak siap atau tak mampu mengoperasikan IT, tentu bertolak belakang dengan launching Logo Riau Go IT.


Pemprov Riau juga harus melihat dari sisi masyarakat sebagai pengguna e-Goverment. Ini juga penting, supaya sistem online dalam melaksanakan tugas-tugas kepemerintahan dan pelayanan publik kepada masyarakat tersosialisasikan. Sosialisasi penting, agar Logo Riau Go IT berbasis elektronik bisa “membumi” di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian perkembangan kecanggihan teknologi semakin menunjang kinerja dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.


Mudah-mudahan Logo Riau Go IT yang diluncurkan tidak sebatas agenda seremoni dan konsep di atas kertas. Karena itu semua pihak harus mendukung dan berperan aktif mewujudkan keinginan Pemprov Riau dalam implementasi e-Goverment. Tanpa ada dukungan maka semangat Go IT tak akan terwujud, dan Pemprov Riau akan tertinggal dengan daerah-daerah lain, yang berlomba – lomba memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk pembangunan dan pelayanan publik

[ Adv/Hms/T.Irfan ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS20
https://mail.google.com/mail/u/3/#inbox
Fachttps://www.facebook.com/riau.investigasi.77ebook20
Twihttps://twitter.com/inveatigasitter20
20
https://www.instagram.com/redaksi.riauinvestigasi/20
20
20